Thursday, February 7, 2013

Bajingan Berkalung Surban

Ini bukan masalah jenggot karena punya Karl Marx jauh lebih lebat, dan terkesan jahat. Ini bukan karena celana di atas mata kaki, karena Johnny Pierce telah membuatnya jadi keren sekali.

Ini adalah karena dosa jadi luar biasa lucunya jika dilakukan oleh mereka yang mengkultuskan diri, sok paling ahli ayat-ayat kitab suci. Mengaku segalanya untuk kamaslahatan umat? Bajingan, brengsek, dan bangsat.

Moral idealis yang absolut tidak mencegah manusia untuk menjadi penjahat terbesar. Pun dengan kenyataan bahwa moral idealis yang absolut diragukan eksistensinya maka sesungguhnya kita, manusia, tidak perlu diajari cara untuk jadi serigala bagi manusia lainnya. Sama seperti tidak perlu diajari untuk membohongi, mencuri, dan mengimpor sapi.

Untuk kemudian menyamakan dosa dengan musibah, berkelit sama dengan tabah. Mengemis belas kasih, agar tercitra welas dan sedih. Menuding konspirasi dan menjual air mata, agar tercitra sebagai pihak tak berdosa paling teraniaya di muka dunia dan luar angkasa.

Lalu kencang-kencang mengumandangkan takbir hanya untuk mendegradasi maknanya sendiri. Bahwa seakan-akan semua yang membawa nama Tuhan dan huruf Arab adalah benar. Pandir, dan dangkal. Bahwa ritus yang sakral, kemudian diobral demi tercitrakan benar, dan baik. Moral marit.

Membentengi diri dengan nama Tuhan sebagai pleidoi. Menjual Tuhan di emperan jalan.

Dunia adalah politik yang kotor dengan politik adalah dunia yang kejam. Tak ada yang putih, hanya hitam, atau kamuflase belang. Jangan mengaku jadi yang tersuci dan paling agung, jika tak punya sepasang sayap di balik punggung. Kita semua adalah pembohong hipokrit tai kucing sapi. Siapa yang tidak?

Sama Belangnya
 Dia yang paling, adalah dia yang mengaku tidak.

No comments:

Post a Comment