Saturday, January 21, 2012

Coba Tanya Nobita Apa Dia Ingin Kembali Muda

Dulu waktu TK kamu masih makan disuapi mama. Sekolah jam 8 pulang jam 10 pagi, sebentar dan enak sekali. Berak banyak di celana pun gak ada yang memarahi. Tapi kamu selalu ingin lebih, ingin segera  pakai seragam merah putih.

Beranjak SD kamu mulai nakal. Curi mangga tetangga, pulang enggan karena sibuk main layangan. Lalu bertemu segerombol remaja ingusan seragam putih biru terlihat seru, tiba-tiba ingin masa seragam merah putihmu segera berlalu.

Saat SMP kamu mulai belajar banyak hal. Mencontek membolos berkelahi, ternyata kamu bukan anak kecil lagi. Batang rokok dan film biru pertamamu jangan sampai ada yang tahu. Minta motor diganti cat diganti knalpot tingkahmu semakin bikin papa mama repot. Ingin segera sok dewasa, kamu ingin segera masuk SMA.

Di SMA kamu merasa belajar segalanya. Perbincanganmu tentang wanita mulai berkutat di masalah kencan dan buah dada saja. Merasa jadi jagoan semua bisa ditaklukkan. Pulang malam tenggak alkohol, kamu banyak bertingkah konyol. Jangan coba pil setan, dia bisa bikin kamu jadi setan betulan.

Merasa membuka pintu dunia maka kamu begitu suka saat pertama menjadi mahasiswa.

Sebulan dua bulan setahun dua tahun dan kini, kamu sudah kembali ditemani mata memicing di depan komputer jinjing. Laporan akuntansi harus dikumpulkan besok pagi. Presentasi jangan lupa harus beres besoknya lagi. 

Sudah berat, kebanyakan mengumpat.

Tiba-tiba kamu ingin kembali ke pangkuan ibu, disuapi roti dan dineneni susu. Kamu ingin memanjat pagar tetanggamu lagi, menyibak rok teman cewekmu tanpa mengerti apa arti birahi. Layangan dan main gundu, soremu diakhiri dengan mandi di kali itu.

Kamu ingin kembali merasakan sensasi film biru pertamamu, kabut asap batang rokok perdanamu. Adrenalin mencoba bolos meski ternyata gak pernah lolos. Makan bakso di kantin tanpa bayar, dasar remaja tanggung brengsek begundal kurang ajar.

Kamu ingin kembali ini, kamu ingin kembali itu. Kamu bukan Doraemon dan Nobita yang punya mesin waktu jadi sayangnya kamu gak bisa kembali seperti dulu.

Jadi syukuri tiap detikmu kini, jangan melulu ingin berlari memaksa masa depanmu datang menghampiri. Kamu hanya perlu berjalan, sesekali terjatuh, diobati dan lalu kembali berjalan dan sesekali berlari lagi.

Karena nanti di saat senja, mungkin kamu rindu pagi yang pernah ada.

4 comments:

  1. blognya mbaknya juga bagus hehe
    keep visiting keep writing :)

    ReplyDelete
  2. wenak,,kata2mu asik le,aku nyoba nggae koyok ngunu ora iso, ancen style e dewe2 yo
    visit me

    ReplyDelete
  3. blognya juga bagus kok mas
    keep writing, keep visiting :)

    ReplyDelete